Langsung ke konten utama

CERBUNG: Aidi Respite (Part 1)


Segalanya terasa sangat berbeda sejak kejadian itu, kejadian yang membuat sebuah perubahan hidup yang amat besar. Kecelakaan itu membuat Aidi lebih banyak diam dari pada berkomentar apa-apa, kecelakaan yang membuat gigi depannya menghilang. Aidi menangis seharian karna hal tersebut.
“aku tak akan mendapat pasangan untuk pesta dansa akhir tahun nanti” katanya terus sambil menagis
“tidak akan ada cewek yang mau bertemu denganku setelah ini” ujarnya lagi
“mum……… haaaaa…..” teriaknya di tengah tangisannya.
Aidi jadi lebih banyak diam jadinya, ia hanya diam saja jika ada yang menertawakannya saat ia berjalan. Mereka menertawakan giginya, walaupun Aidi tak membuka mulutnya untuk membuat mereka tau kalau gigi Aidi memiliki keanehan, sudah cukup untuk Aidi tersiksa dengan giginya yang ompong, dia putuskan untuk tidak berbicara pada siapapun sejak hal itu. Aidi hanya diam jika tak ada pertanyaan yang mengharuskan ia berbicara dan menutup mulutnya saat akan berbicara. Sebenarnya bisa saja Aidi menggunakan gigi palsu untuk mengganti giginya itu tapi nyalinya terlalu kecil untu menuju dokter gigi. Aidi tau tak ada yang bisa membuatnya tampak lebih baik, sekalipun itu ibunya Mrs. Respite sudah mengusahakan untuk membujuk Aidi pergi ke dokter gigi untuk mengganti giginya yang hilang itu, namun tetap saja Aidi tidak mau pergi ke sana.
∞∞∞
Aidi bangun pagi hari ini, ada pelajaran Sains di jam pertama. Dan ia tak mau terlambat karenanya, ia tau Mr.Kidd akan marah kalau ia benar-benar terlambat.
Sekolah terasa sangat sepi begitu Aidi masuk, tidak ada sama sekali murid disini yang ada hanya Mr.Welsy, penjaga sekolah, yang membersihkan koridor. Ia menyapa Aidi dengan ramah saat Aidi masuk, tentu saja yang Aidi bisa lakukan hanya tersenyum, karna ia tak mau memperlihatkan giginya yang hilang itu. Aidi masuk kedalam kelasnya melihat kalau saja ia bisa duduk di bagian depan kali ini, mengingat ia tak pernah dapat posisi depan setiap harinya karna ia selalu datang terlambat. Entah hanya mimpi atau tidak, ia melihat ada seseorang cewek sedang duduk sambil membaca buku di meja paling depan. Aidi diam diambang pintu, dilihatnya gadis itu tersenyum kearahnya sambil berkata “Hai…” , Aidi masih diam saja, ia serasa melihat seorang bidadari disitu karna cewek itu sangat cantik.
“kau kenapa?” Tanya cewek itu takut-takut, mungkin ia mengira Aidi sedang tidak waras. Aidi masih saja diam, ia tak mengatakan sepatah katapun.
“hei… aku sedang berbicara denganmu tolol” katanya agak keras kali ini, ia lalu menghadap kembali ke bukunya dan tidak memperdulikan Aidi. Aidi baru sadar kalau ia tidak bermimpi, cewek itu benar-benar manusia.
“er… maaf, apa katamu tadi?” Tanya Aidi memberanikan diri
“oh, ternyata kau bisa bicara yah?”
“kurasa begitu” kata Aidi, cewek itu melongi melihat gigi Aidi yang hilang, ia menahan tawanya, tapi Aidi melarangnya.
“tak apa, tertawa saja” katanya, cewek itu tertawa untuk waktu yang cukup lama, lalu ia berhenti ketika menyadari Aidi menunjukan ekspresi wajah yang menunjukan kalau ia suh terbiasa dihina. Cewek itu merasa bersalah,
“er… maafkan aku, aku memang gampang tertawa” katanya
“tak apa, aku sudah biasa” jawab Aidi
“kau masih mau berdiri di situ atau mau duduk untuk berkenalan denganku?” Tanya cewek itu sambil tersenyum, akhirnya Aidi menuruti apa yang dikatakan cewek itu, ia berjalan menuju bangku disampingnya.
“namaku Nuta” kata cewek itu yang mengaku namanya Nuta, sambil menjabat tangan Aidi
“Aidi” kata singkat, ia melihat ada senyum di bibir Nuta. Ia adalah seorang cewek yang berperawakan tinggi, berkulit kuning langsat, berambut agak bergelombang, beralis tebal, dan senyum yang menawan. Aidi belum pernah melihat seorang cewek seperti Nuta ini yang mau berteman dengan cowok yang bergigi ompong seperti Aidi.
“aku murid pindahan Aidi” katanya saat selang beberapa lama mereka berbicara
“ayahku memindahkan aku dari sekolah lamaku karna ayah ada tugas didaerah sekitar sini, yah, aku harap aku akan mendapatkan teman banyak di sini” katanya lagi
“kau pasti mendapat teman banyak, aku suka caramu berbicara, Nuta”
“yeah… aku rasa aku memang suka berbicara, atau mungkin terlalu banyak yah?” katanya lagi, lalu terdengar gelak tawa Aidi dan Nuta.
Kelas mulai ramai, karna waktu memang telah menunjukan jam 09.00, waktunya memulai kelas, tapi Mr.Kidd masih belum datang juga.
“wah…wah…wah… tampaknya si ompong Aidi, mendapatkan teman baru dikelas” kata Robin, musuh bebuyutan Aidi dari kelas satu – mereka telah mengibarkan bendera perang dari kelas satu, baik sebelum  Aidi kehilangan gigi sampai sekarang –
“tutup mulutmu yang bau itu Robin” gumam Aidi
“bicara yang keras Aidi, atau kau tak mau teman-temanmu tertawa meliahat gigimu yang ompong itu?” kata Robin dengan keras, semua anak di kelas tertawa karenanya.
“TUTUP MULUTMU YANG BAU ITU ROBIN, AKU YAKIN AYAHMU LUPA MEMBELIKANMU ODOL PAGI INI, APA KAU TAK PERNAH SADAR KALAU MULUTMU SELALU BAU SETIAP PAGI?” kata Aidi sambil berteriak, Robin terperangah mendengar ucapan Aidi yang menurutnya sangat berani itu, seluruh kelas tertwa sekali lagi
“beraninya kau….” Belum sempat Robin melanjutkan kata katanya terdengar derup langkah Mr.Kidd dari luar -- Mr.Kidd memakai sepatu boat, dan itu menjadi cirri khasnya—
Semua murid kembali ke bangkunya masing-masing
“Urusan kita belum selesai Ompong” bisik Robin pada Aidi, Sengit
“akan ku tunggu Mulut bau” jawab Aidi tak kalah sengit.
Mr.Kidd memakai kemeja kotak-kotak berwarna Hitam, ia berperawakan tinggi, putih dan selalu tersenyum. Ia menatap satu persatu siswanya sambil tersenyum
“Morning class…” sapanya sambil terus tersenyum
“Morning, Sir”
“baik, perkenalkan nama saya Mr.Kidd Mad, saya guru Sains kalian di kelas 3 ini. Saya memperkenalkan diri karna saya lihat ada murid baru di sebelah Aidi. Bisakah kau perkenalkan dirimu nona manis?” kata Mr.Kidd sambil tersenyum pada Nuta, Nuta tersenyum, lalu berdiri maju kedepan
“Morning guys…” sapanya
“Morning” terdengar jawaban dari seluruh kelas
“Perkenalkan, nama saya Nuta Layne Tompkins. Saya pindahan dari Fillter City, saya tinggal bersama orang tua saya di Kingdom Place…” -- Aidi tersentak, karna itu adalah tempat tinggalnya juga – “… Semoga kalian semua mau berteman dengan saya. Terimakasih” katanya kemudian, semua anak setuju dengan ucapan Nuta, ia kembali duduk.
“yah… semoga kau betah di sini Nuta, senang rasanya melihat murid baru yang cantik sepertimu” celetuk Mr.Kidd kemudian, semua anak-anak tertawa. Begitu juga dengan Nuta sendiri.
Pelajaran Mr.Kidd berjalan seperti biasa, menyenangkan dan agak tegang. Tapi Aidi sangat menyukainya, karna Mr.Kidd sangat menyenangkan.
“kau ada kelas lagi Aidi setelah istirahan makan siang Aidi?” Tanya Nuta saat akan istirahat makan siang
“tidak juga, setelah istirahat langsung tidak ada. Tapi kalau kau Tanya setelah istirahat, aku ada”
“bagus, kalau begitu. Aku juga tidak ada, jadi kau bisa temaniku berkeliling bukan?”
“yeah… kurasa bisa”
“ayo pergi ke kantin?”
“ayo”

_____

to be continue.....


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fenomena K-pop dan K-drama: Trennya yang Mengguncang Dunia

    K-pop dan K-drama telah menjadi fenomena global yang mengubah lanskap industri hiburan. Dari musik yang energetik hingga drama televisi yang penuh emosi, Korea Selatan berhasil menarik perhatian dunia dengan produk budaya yang inovatif dan menarik. Fenomena ini tidak hanya mempengaruhi tren hiburan, tetapi juga menginspirasi berbagai aspek kehidupan sehari-hari di banyak negara. Bagaimana kedua fenomena ini berkembang dan mempengaruhi dunia? Mari kita tinjau lebih dalam fenomena ini dan dampaknya yang luar biasa. Sejarah Singkat K-pop K-pop, atau Korean Pop, bermula pada tahun 1990-an dengan munculnya grup-grup seperti Seo Taiji and Boys. Mereka dikenal sebagai pelopor yang menggabungkan musik Korea dengan elemen hip-hop, rock, dan techno, menciptakan genre baru yang segar dan unik. Namun, ledakan popularitas K-pop di kancah internasional terjadi pada awal 2000-an dengan grup seperti BoA dan TVXQ, yang membuka jalan bagi generasi K-pop saat ini. Mereka membawa K-pop ke pan...